Ekosistem Kendaraan Listrik Percepat Pencapaian Target Net Zero Emission

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PPI KLHK), Laksmi Dhewanthi.

Turut menjadi narasumber acara ini, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda.

Dirjen Laksmi menjelaskan, berdasarkan data-data dari para ilmuwan United Nations Framework Convention of Climate Change (UNFCCC), suhu rata-rata permukaan bumi diperkirakan akan naik lebih dari dua derajat celcius di akhir abad ini kalau seluruh negara tidak melakukan upaya apapun.

Kenaikan suhu global itu berdampak fatal karena banyak ekosistem-ekosistem penunjang kehidupan manusia akan menjadi rusak, bahkan beberapa makhluk hidup yang sangat sensitif juga akan musnah.

“Oleh karena itu semuanya (negara anggota UNFCCC) berkomitmen agar kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi tidak lebih dari dua derajat. itu komitmen di 2016. Data ilmiah kemudian di 2018 menunjukkan bahwa tidak cukup dua derajat kita harus tidak boleh lebih dari satu setengah derajat celcius,” jelas Dirjen PPI KLHK.

“Indonesia dan semua negara dituntut untuk mempercepat upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK),” tambah dia.

Menurut Dirjen Laksmi, saat ini pemerintah memiliki dua dokumen komitmen yang merangkum skenario dalam menurunkan emisi GRK.

Pertama adalah Nationaly Determined Contribution (NDC) atau dokumen rencana menurunkan emisi GRK dan meningkatkan ketahanan iklim di 2030 untuk jangka pendek.

Kedua adalah strategi jangka panjang untuk menurunkan emisi karbon dan resilensi iklim atau Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilence 2050 untuk jangka pandang..

“Di dalam skenario yang kita punya sebetulnya e-vehicle belum kita hitung. Jadi kalau bisa dipercepat maka itu merupakan efek tambahan atau upaya tambahan dari case skenario yang sudah kita rencanakan,” kata Dirjen PPI LHK.

Lokapalanews.com adalah salah satu media online di Indonesia hadir dengan sajian informasi yang aktual, informatif, inspiratif, dan mencerahkan di tengah derasnya aliran informasi yang tak jelas kebenarannya.
Advertising