Gianyar (Lokapalanews.com) – Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa, menggelar pengabdian pada Kelompok UKM Paon D Jimbar Mesari di Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Tim yang diketuai Dr. I Ketut Darma, SE., M.Si., memberikan pelatihan manajemen produksi pengolahan bumbu rajang kering dalam upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Dikatakan pelatihan diberikan karena salah satu yang diusahakan oleh sekelompok masyarakat di Desa Bakbakan yaitu kelompok UKM Paon D Jimbar Mesari adalah mengemas bumbu masakan khas Bali (bumbu genep/bumbu rajang) kering kedalam kemasan yang mudah dimanfaatkan dan mudah dibawa dalam bepergian jauh sehingga bumbu tahan dalam waktu lebih lama. “Yang terpenting dalam hasil olahan ini adalah produknya tahan dalam waktu lama 1-2 tahun, yang biasanya bumbu basa genep ini habis buat langsung pakai dan bersamaan dengan hari konsumsi saat itu juga, ” ujarnya.
Program PKM ini menarik untuk dilaksanakan karena mitra berpotensi untuk berkembang namun usaha tersebut masih bersifat terbatas dalam produksi yang dihasilkan. Kegiatan dalam program ini menyangkut dua aspek yaitu aspek produksi dan aspek manajemen.
Dari program ini telah dilakukan pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bentuk semi mesin dalam mengolah bahan dasar bumbu genep/bumbu rajang kering, sehingga dapat menghasilkan hasil produk olahan yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tim juga memberikan ketrampilan dan pengetahuan dalam proses pengeringan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna sederhana sehingga mendapatkan kualitas pengeringan yang lebih baik untuk menjaga kualitas pruduk pada jangka panjang. Kemudian juga dilakukan pelatihan manajemen produksi dan pemasaran produk sebagai upaya penguatan pasar untuk produk Bumbu Rajang Kering kelompok UMKM Paon D Jimbar Mesari.
Tim PKM Unwar meningkatkan pengetahuan mitra tentang manajemen produksi, ketrampilan, kesadaran dalam memanfaatkan sumberdaya melalui program, kegiatan dan pendampingan. “Dalam pemasarannya sampai saat dilakukan survey, bahwa pasar sangat menjanjikan bahkan sampai kualahan untuk memproduksi akibat kekurangan alat produksi dan tempat pengeringan, ” ungkapnya.
Sampai saat ini proses pengolahan masih sangat tradisional yaitu mencincang dengan tangan, menjemur dengan mengandalkan sinar matahari, para-para penjemuaran yang terbatas. Dengan keterbatasan ini seringkali kelompok menolak pesanan. Kelompok yang diketuai oleh Dewa Gede Darmawan ini berjumlah 10 orang yang baru berdiri satu bulan sejak survey dilakukan pertanggal 7 Desember 2022. Kelompok ini dibentuk untuk mendukung program Desa Puspaman (Pusat Pangan Mandiri) Desa Babakan yaitu untuk menggerakan kelompok masyarakat pemenfaatan potensi tenaman pangan desa secara optimal, yaitu lawos/isen, jahe, kencur/cekuh, kunir/kunyit, bawang merah, bawang putih, cabai dan wangen.
“Semua bahan di atas yang dibutuhkan untuk membuat bumbu Rajang kering sangat mudah tumbuh di Desa Babakan sehingga jika melakukan budidaya tanaman rempang diatas sangatlah mudah dan mudah tumbuh dengan subur. Sementara ini untuk memenuhi kebutuhan bahan olahan tadi masih banyak disiapkan dan disuplay dari pasar-pasar sekitar,” katanya.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra di antaranya adalah kurangnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan bahan yang dapat meningkatkan produksi, dan kurangnya pengetahuan tentang manajemen organisasi dan pemasaran yang mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok secara berkesinambungan.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi UKM D Jimbar Mesari yang ada maka telah dilakukan beberapa kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut seperti pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bentuk semi mesin dalam mengolah bahan dasar bumbu genep/bumbu Rajang kering, sehingga dapat menghasilkan hasil produk olahan yang lebih banyak untuk mememnuhi kebutuhan pasar. Kemudian pemberian ketrampilan dan pengetahuan dalam proses pengeringan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna sederhana sehingga mendapatkan kualitas pengeringan yang lebih baik untuk menjaga kualitas pruduk pada jangka panjang.
“Salah satunya inovasi tempat penjemuran bumbu rajang dengan teknologi atap yang dapat terbuka secara fleksibel, ” ucapnya, lanjut mengatakan juga diberikan pelatihan manajemen produksi dan pemasaran produk sebagai upaya penguatan pasar untuk produk Bumbu Rajang Kering kelompok UMKM Paon D Jimbar Mesari.
Pelaksanaan PKM ini memberikan manfaat untuk masyarakat desa Bakbakan khususnya anggota kelompok UKM D Jimbar Mesari untuk memperoleh nilai tambah dan taraf kehidupannya mengalami peningkatan melalui inovasi Pengolahan Bumbu Rajang berbahan pokok tanaman rempang dan sejenisnya yang dihasilkan dapat lebih bervariasi (diversifikasi produk). “Selain itu, teknik pengolahan, pengemasan dan labeling serta sanitasi hygiene yang dipelajari dalam PKM ini dapat membantu memperpanjang umur simpan produk yang dihasilkan oleh UKM ini, ” pungkasnya. *