Tabanan (Lokapalanews.com) – Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar) melaksanakan pengabdian di PPUD Kelompok Maja Tani Soka, di Banjar Soka, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Tim yang dikoordinatori Ir. Made Sri Yuliartini M.Si., menawarkan bagaimana meningkatkan kualitas pupuk maja dengan peningkatan fermentasi melalui pengelolaan dan pembuatan biofertilizer berkualitas baik sehingga dapat meningkatkan hasil padi beras merah.
Ditemui usai kegiatan, Ir. Made Sri Yuliartini M.Si., bersama tim Dr. Ir. Ida Bagus Komang Mahardika, M.Si., Ir. A.A. Ngr. Mayun Wirajaya,MM., dan Ir. Luh Kartini, M.Si., memaparkan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Universitas Warmadewa (PPUD Unwar) menggelar pengabdian di Banjar Soka , Desa Senganan yang menyasar pada Kelompok Maja Tani Soka yang bergerak dalam pertanian beras merah organik dengan transfer teknologi peningkatan kualitas pupuk organik berbahan baku buah maja
Sri Yuliartini memaparkan kembali ke organik untuk pertanian berkelanjutan melalui pengelolaan pertanaman yang sehat dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku limbah dan buah serta campuran daun serta campuran kencing sapi.
“Untuk pengembangan produk unggulan pada kelompok tani, kami menawarkan bagaimana meningkatkan kualitas pupuk maja dengan peningkatan fermentasi melalui pengelolaan dan pembuatan biofertilizer berkualitas baik. Selain dapat meningkatkan hasil padi beras merah, nantinya pupuk tersebut dapat dijual dalam bentuk kemasan,” katanya.

PPUD ini berlangsung selama 3 tahun ke depan. Pada tahun pertama adalah peningkatan kualitas pupuk maja yang dibuat serta pengaplikasian pada tanaman padi beras merah serta teknologi pembibitan tanaman padi.
Pada tahap awal Tim PPUD Unwar sudah memberikan penyuluhan serta pelatihan pada 21 April 2023, kepada Kelompok Maja Tani Soka di Banjar Soka Desa Senganan, Tabanan yang diketahui, I Nengah Sunanjaya. Kelompok ini sangat menginginkan pertanian yang berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas pupuk serta pemeliharaan di pembibitan.

Melalui PPUD ini diharapkan Kelompok Maja Tani Soka dapat memahami teknik budidaya yang benar serta mampu memproduksi pupuk organik cair maja yang mempunyai kualitas lebih baik dan mencukupi untuk digunakan serta nantinya dapat dipasarkan dengan pengemasan yang berlabel dengan analisa kandungan.
Ia mengatakan, pelatihan akan dilanjutkan dengan pemantauan hasil pupuk yang dibuat dan pengaplikasian pada tanaman padi yaitu setelah 3 minggu masa fermentasi yaitu pada 13 Mei 2023 dan selanjutnya pemantauan lewat WA untuk kelanjutannya.
Mitra berharap dengan adanya transfer teknologi dari pihak akademisi, membantu mereka dalam pengetahuan teknologi dan ketrampilan dalam memproduksi pupuk yang berkualitas unggul. Kelanjutan Mitra berharap meningkatkan dalam segi pemasaran produk baik beras merah dan juga pupuk maja dengan analisisnya serta nantinya penerapan pola tanam di samping padi yaitu cabai dan bawang merah.
“Melalui transfer teknologi, kami harapkan produksi dan kualitas produk yang dihasilkan semakin meningkat dan berkesinambungan dan dapat meningkatkan pendapatan petani serta berimbas positif terhadap pelestarian lingkungan dimana areal pertanian Banjar Soka terletak di daerah Agro-wisata Jatiluwih dimana areal tanaman padi terletak pada areal jogging tracking yang memberikan dampak positif dan tidak tercemar,” katanya.
Produk pupuk Maja , sudah diaplikasikan secara rutin pada tanaman padi beras merah, dan pada pola tanam berikutnya pada varitas padi biasa (Ciherang), dan untuk padi beras merah sudah panen dengan hasil luar biasa dan juga akan dicobakan pada tanaman cabai, ” katanya. *