Ada Kesalahan Data, KPU Perbaiki Sirekap

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty. Foto: bawaslu.go.id
Jakarta (Lokapalanews.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI  meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk segera memperbaiki Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), karena ditemukan adanya kesalahan data antara formulir C hasil penghitungan suara, dan yang terbaca oleh sistem.

“Tentu Bawaslu memberikan saran perbaikan kepada KPU untuk segera melakukan perbaikan Sirekap, supaya tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik,” ujar Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/2/2023).

Bawaslu, kata Lolly, telah melakukan pengecekan terkait kesalahan input data hasil penghitungan suara.

Advertising

“Kami cek ternyata memang ada kesalahan input ini,” ujar Lolly, dilansir InfoPublik.id.

Bawaslu menduga, kesalahan input tersebut terjadi karena ada ketidakakuratan sistem digital pada Sirekap, dalam membaca tulisan pada formulir hasil penghitungan suara yang difoto oleh petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jelajahi objek wisata terbaik di Inggris dengan produk terlaris kami! Dari Tower of London hingga Stonehenge dan London Eye, temukan landmark budaya terbaik, situs bersejarah, dan pengalaman mendebarkan untuk perjalanan yang tak terlupakan.

“Bisa jadi yang namanya garisan tangan tidak sesuai, sehingga kemampuan membacanya yang kemudian tidak akurat,” katanya.

Menurut Lolly, data yang tidak terbaca dengan akurat oleh Sirekap seharusnya langsung bisa dikoreksi pada tingkatan bawah agar tidak menciptakan kebingungan.

Jelajahi objek wisata terbaik di UEA dengan produk terlaris kami! Dari Burj Khalifa hingga Ferrari World dan Louvre Abu Dhabi, temukan permata budaya, taman hiburan, dan petualangan gurun terbaik untuk perjalanan yang tak terlupakan.

“Misalnya, di TPS tertentu sudah langsung teridentifikasi, ‘Oh salah, nih. Yang tadinya 10, karena tarikannya (tulisan tangan) tidak pas, menjadi 100, misalnya. Harusnya kan terkoreksi cepat,” tutur Lolly.

“Tapi sistem yang ada di Sirekap itu enggak seperti itu, akhirnya menimbulkan ketidakpastian. Nah, teman-teman KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pun tidak punya kemampuan mengoreksi, itu yang kemudian jadi problem kan,” katanya.

Terlepas dari itu, Lolly meminta masyarakat menunggu hasil rekapitulasi manual berjenjang untuk mengetahui hasil akhir penghitungan suara Pemilu 2024.

“Yang publik harus tahu adalah Sirekap itu hanya alat bantu, ya. Yang nanti menjadi yang utama dalam proses rekapitulasi kita adalah rekapitulasi manual berjenjang. Nah kita akan lihat proses ini sampai  20 Maret,” ujarnya.

Lokapalanews.com adalah salah satu media online di Indonesia hadir dengan sajian informasi yang aktual, informatif, inspiratif, dan mencerahkan di tengah derasnya aliran informasi yang tak jelas kebenarannya.
Advertising