Jakarta (Lokapalanews.com) – Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Kazakhstan DPR RI mengadakan pertemuan dengan Dubes Kazakhstan untuk Indonesia H.E Serzhan Abdykarimov. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Delegasi GKSB Kazakhstan I Wayan Sudirta tersebut, keduanya membahas mengenai potensi kerjasama pariwisata hingga pendidikan. Tak hanya itu, persoalan kuota haji juga menjadi topik pembicaraan.
I Wayan Sudirta mengatakan penguatan kerja sama di bidang pariwisata dapat diawali dengan mendorong adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Kazakhstan dan sebaliknya. Meski secara bisnis mungkin perlu perhitungan yang lebih cermat lagi, namun ia yakin bahwa hal ini dapat berdampak baik pada jangka panjang. Hal ini melihat Kazakhstan mengalami perkembangan yang pesat dalam pariwisatanya.
“Indonesia atau Kazakhstan kalau ingin ada penerbangan langsung harus sama-sama menanggung beban di tingkat awal, hitungan bisnis pasti, tapi kalau bicara hitungan bisnis jangka panjang sudah pasti dua dua negaranya untung,” kata Wayan Sudirta, dilansir Parlementaria, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (24/2).
Kerja sama lain yang dijajaki antara Indonesia dengan Kazakhstan adalah soal kuota Haji. Di mana Kazakhstan menjadi salah satu negara yang memiliki kelebihan kuota Haji. Indonesia sendiri ingin menjajaki kemungkinan kuota tersebut untuk diberikan kepada Indonesia. “Dalam waktu dekat sekali lagi mungkin kuota Haji ini sebuah kerjasama yang sangat menguntungkan satu sama lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Wayan Sudirta, Indonesia dan Kazakhstan memiliki banyak kesamaan. Mulai dari penduduk Kazakhstan dan Indonesia yang merupakan mayoritas muslim, Kazakhstan dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah negara yang luas, hingga bagaimana toleransi antar umat beragama terjalin dengan baik di kedua negara.
“Yang menarik lagi di situ (Kazakhstan) ada gereja bagus besar, yang membuat siapa? Pemerintah yang buat. Jadi bisa dibayangkan dan perlu dicari perbandingan, bagaimana mereka mengurus negara dan membiarkan masyarakat agamanya hidup rukun lalu mereka memfasilitasi. Menarik banget mereka tidak mencampuri urusan agama tapi mereka suka memfasilitasi,” ungkap politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. *R101