Jakarta (Lokapalanews.com) – Anggota Komisi II DPR RI, Aziz Subekti, menyoroti kesalahan analisis dalam perencanaan pembangunan pemukiman di Kabupaten Bekasi yang menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Menurut Aziz, banjir kerap terjadi di kawasan pemukiman baru, bukan di daerah yang telah lama dihuni. Hal ini menunjukkan adanya kekeliruan dalam perencanaan oleh kementerian terkait, khususnya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Lemahnya perencanaan yang rigid serta kurangnya perhatian terhadap aspek ekologi menjadi faktor utama terjadinya banjir. Seharusnya, pembangunan dilakukan dengan memperhitungkan keseimbangan lingkungan agar tidak merugikan masyarakat,” katanya, dilansir Parlementaria.
Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa pembangunan harus mengutamakan prinsip keberlanjutan dan tidak hanya berpihak pada kepentingan kapital atau investor semata.

Pembangunan kawasan pemukiman, lanjutnya, harus terintegrasi dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mengurangi risiko bencana seperti banjir.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam perencanaan, termasuk masyarakat, akademisi, teknokrat, serta birokrat, untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan umum.

Dengan adanya evaluasi mendalam dan perencanaan yang lebih matang, ia berharap pembangunan di Bekasi dan daerah lainnya dapat lebih berkelanjutan serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan warga setempat. *R105