Hadapi Tarif Impor Trump, Rachmat Gobel Usul 7 Langkah Strategis

Jakarta (Lokapalanews.com) – Kebijakan tarif impor baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia. Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, meminta pemerintah bertindak cepat dan tepat dalam menanggapi kebijakan tersebut.

Trump menetapkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk dari negara yang dianggap memiliki surplus perdagangan, termasuk Indonesia. Tahun 2024, Indonesia tercatat memiliki surplus perdagangan sebesar 18 miliar dolar AS dengan Negeri Paman Sam.

Gobel menilai dampak kebijakan ini dapat memperparah deindustrialisasi yang telah lebih dulu terjadi. Ia menyebut penutupan pabrik dan peningkatan kemiskinan sebagai konsekuensi nyata yang perlu diwaspadai.

Untuk itu, Gobel mengusulkan delapan langkah strategi. Pertama, penyederhanaan perizinan dan pemberian kemudahan bagi investor. Kedua, insentif fiskal berupa keringanan pajak dan tarif untuk sektor usaha dalam negeri.

Ketiga, penguatan pengawasan di jalur masuk guna mencegah penyelundupan. Keempat, pelarangan impor tekstil bermotif tradisional seperti batik, tenun, dan sulam demi melindungi budaya lokal.

Kelima, melarang impor pakaian bekas secara permanen. Keenam, memperluas pasar ekspor ke negara-negara baru guna mengurangi ketergantungan pada AS.

Ketujuh, mendorong diplomasi perdagangan melalui perundingan langsung dengan pemerintah AS. Terakhir, memperkuat proteksi pasar domestik dari serbuan produk asing, khususnya melalui penerapan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Gobel mengingatkan, situasi ini bisa menjadi momentum kebangkitan nasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, meningkatkan solidaritas sosial, serta menumbuhkan semangat anti korupsi dan cinta Tanah Air. *R103

Lokapalanews.com adalah salah satu media online di Indonesia hadir dengan sajian informasi yang aktual, informatif, inspiratif, dan mencerahkan di tengah derasnya aliran informasi yang tak jelas kebenarannya.