Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Myanmar

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa di Myanmar, pemerintah Indonesia mengirimkan 124 ton bantuan kemanusiaan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (3/4).

Jakarta (Lokapalanews.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa di Myanmar, pemerintah Indonesia mengirimkan 124 ton bantuan kemanusiaan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (3/4). Menteri Luar Negeri RI Sugiono melepas langsung bantuan tersebut, yang terdiri dari kebutuhan darurat seperti tenda, obat-obatan, dan alat kesehatan. Nilai bantuan mencapai USD1,2 juta, serta melibatkan 157 personel INASAR dan EMT.

Pengiriman bantuan ini merupakan respons atas permintaan pemerintah Myanmar, yang mengalami dampak besar akibat gempa bumi pada 28 Maret 2025. Data per 3 April 2025 mencatat 2.886 korban jiwa, 4.639 orang luka-luka, serta sekitar 300 orang masih hilang.

Advertising

Dalam acara pelepasan, Menlu Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Kemenko PMK dan BNPB untuk menyiapkan bantuan sejak gempa terjadi. ASEAN juga mengadakan rapat darurat guna mengoordinasikan langkah-langkah bantuan kemanusiaan bagi Myanmar.

Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk Kemenko PMK, BNPB, Kemenkes, TNI, Basarnas, Garuda Indonesia, Baznas, Dompet Dhuafa, serta berbagai pihak lainnya.

Menlu Sugiono juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban WNI akibat bencana tersebut. Berdasarkan pemantauan KBRI di Myanmar, seluruh WNI dalam kondisi aman.

Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap Myanmar, yang sebelumnya juga menerima bantuan dari Indonesia pasca siklon Mocha pada 2023.

Acara pelepasan turut dihadiri oleh Menko PMK, Menkes, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Panglima TNI, Kadivhubinter Polri, Ketua PMI, dan Ketua Baznas.

 

Lokapalanews.com adalah salah satu media online di Indonesia hadir dengan sajian informasi yang aktual, informatif, inspiratif, dan mencerahkan di tengah derasnya aliran informasi yang tak jelas kebenarannya.
Advertising